Perbedaan UI dan UX

Gambar-A-4

Ilustrasi UX dan UI via freepik.com

Selama ini banyak yang salah mengira bahwa  User Interface (UI) dan User Experience (UX) adalah sama, faktanya tentu saja tidak. Walaupun UI dan UX saling berkaitan, tetapi secara teknis mereka berbeda.

Kembali ke beberapa tahun yang lalu, seorang UI designer hampir melakukan semua pekerjaan untuk mendesain UI dan merancang UX. Mereka melakukan coloring, branding, mengatur navigasi, page layout, sampai rancangan UI, selain itu designer juga harus memikirkan sisi kreatif dari UI, hal  ini jelas salah dan membuat tidak fokus.

Seorang desainer UX mempunyai pekerjaan untuk menciptakan konsep, navigasi, page layouting, dan fokus dari sebuah aplikasi. Mereka harus fokus terhadap perancangan, menjembatani bagaimana tampilan nanti mampu bekerjasama dengan sistem. User Experience adalah sebuah goal tidak hanya goal untuk interface tapi semuanya, baik integrasi dengan sistem maupun secara branding dari perusahaan pembuat aplikasi.

User harus mampu merasakan kenyamanan saat melihat interface dari aplikasi, dengan rancangan, grid, dan teknik susunan layouting yang baik. Seorang UX designer harus melakukan riset lebih dalam menggunakan real object, dan harus lebih dekat dengan customer sebagai pengguna aplikasi itu sendiri.

Untuk UI designer mereka lebih fokus pada visualisasi, coloring, dan hal-hal yang berkaitan dengan kreativitas dari interface yang akan digunakan oleh user.  Visualisasi adalah kunci dari UI design dan fokus pada bagaimana tampilan interface yang akan dipakai user bisa menjadi menarik. Penataan bentuk yang kita lihat pada user interface adalah karya seorang UI designer.

User interface fokus pada elemen untuk berinteraksi dengan user. Hasil akhir dari UI design adalah sebuah mockup yang nantinya dikonkumsi untuk proses development sebuah aplikasi. Tetapi biasanya UI designer juga harus dituntut untuk bisa mengimplementasikan designnya pada baris kode, seperti menggunakan CSS, HTML, Javascript, Flash, ataupun QML sehingga proses development lebih efisien dan bisa menghemat waktu dan biaya.

Pekerjaan UI dan UX memang saling berkaitan yaitu fokus pada desain sebuah tampilan aplikasi, tetapi kita harus tau lebih spesifik tentang bagaimana mereka diproses dan dibuat. Setelah kita tau lebih jauh tentang UI dan UX pada saat nanti kita melakukan sebuah development aplikasi dari layer teratas ini bisa meminimalisir kesalahan pada user interface aplikasi karena mencampur adukkan antara UI dan UX.

Ketika terjadi over-lapping work seperti UI designer yang mengerjakan UI dan UX, maka proses development UI ini berpotensi mempunyai lebih banyak kesalahan dibandingkan jika UX designer dan UI designer dipisahkan. Hal ini sangat penting untuk menjaga kualitas dari UI yang akan dikonsumsi oleh user.

Oleh karena itu kita harus memisahkan pekerjaan UI designer dan UX designer agar proses development aplikasi berjalan lebih efisien.

Untuk lebih jelasnya bisa melihat video dibawah ini.

Inspirasi Artikel :

  1. Practical E-Commerce
  2. Google Design
  3. Code My Views
Aulia Arif Wardana

Post A Reply

Translate »