Dasar Desain: Olah Rasa dengan Nirmana

Desain

Desain selalu berkaitan dengan rasa. Seperti halnya ketika memasak, dalam mendesain pun perlu adanya resep dan aturan untuk mengolah dari ide mentah menjadi output visual  yang stand out dan relevan. Bagaimana membuat desain yang memiliki cita rasa? Sebelum berproses cukup jauh, kita bisa mempelajari terlebih dahulu dasar-dasar desain dengan Nirmana.

Tiada arti atau makna disini artinya dalam ilmu ini, kita hanya menata elemen visual yang sesuai dengan prinsip-prinsip visual. Nirmana adalah pengorganisasian atau penyusunan elemen-elemen visual seperti titik, garis, warna, ruang dan tekstur menjadi satu kesatuan yang harmonis. Nirmana dapat juga diartikan sebagai hasil angan-angan dalam bentuk dwimatra, trimatra yang harus mempunyai nilai keindahan.

Tujuan dari penataan ini tidak lain adalah untuk penyesuaian bagaimana lemen-elemen visual dapat diterima oleh indera penglihatan secara harmoni. Berikut ini adalah elemen-elemen desain:

  1. Titik, titik adalah suatu bentuk kecil yang tidak mempunyai dimensi. Raut titik yang paling umum adalah bundaran sederhana, mampat, tak bersudut dan tanpa arah.
  2. Garis, garis adalah suatu hasil goresan nyata dan batas limit suatu benda, ruang, rangkaian masa dan warna.
  3. Bidang, bidang adalah suatu bentuk pipih tanpa ketebalan, mempunyai dimensi pajang, lebar dan luas; mempunyai kedudukan, arah dan dibatasi oleh garis
  4. Gempal, gempal adalah bentuk bidang yang mempunyai dimensi ketebalan dan kedalaman.

Elemen-elemen tersebut kemudian diolah menjadi komposisi yang pas, tentunya sesuai dengan prinsp-prinsip dasar seni sebagai berikut:

  1. Kesatuan (Unity)
    Prinsip ini sesungguhnya adalah prinsip hubungan. Jika salah satu atau beberapa unsur rupa mempunyai hubungan (warna, raut, arah, dll), maka kesatuan telah tercapai.
  2. Keseimbangan (Balance)
    Suatu keadaan dimana semua bagian dalam sebuah karya tidak ada yang saling membebani.
  3. Proporsi (Proportion)
    Pada dasarnya proporsi adalah perbandingan matematis dalam sebuah bidang. Proporsi Agung (The Golden Mean) / Fibonacci.
  4. Irama (Rhythm)
    Irama adalah pengulangan gerak yang teratur dan terus menerus. Dalam bentuk –bentuk alam bisa kita ambil contoh pengulangan gerak pada ombak laut, barisan semut, gerak dedaunan, dan lain-lain.
  5. Dominasi (Domination)
    Dalam dunia desain, dominasi sering juga disebut Center of Interest, Focal Point dan Eye Catcher. Dominasi mempunyai bebrapa tujuan yaitu utnuk menarik perhatian, menghilangkan kebosanan dan untuk memecah keberaturan.

Semua bidang ilmu tentu memiliki dasar. Dengan keinginan untuk belajar desain, tidak ada salahnya Anda memulai terlebih dahulu dari Nirmana ini.

Sumber : Dasar-Dasar Tata Rupa dan Desain, Drs. Sadjiman Ebdi Sanyoto, Yogyakarta 2005
Source:
http://kulinernet.blogspot.co.id
http://swastikameta.blogspot.co.id/
http://scoopy-panda.blogspot.co.id/
https://bobbyadihutama.wordpress.com

Naila Conita

Post A Reply

Translate »