Istilah Efek Digital Imaging yang Perlu Kamu Tahu

bokeh-706981_1920

Digital imaging merupakan komponen penting dalam mendesain UI dan UX, banyak dari designer UI menggunakan teknik ini untuk membuat tampilan mockup dan preview dari desain UInya agar lebih bagus. Pada dasarnya teknik ini lebih pada pengolahan image, desainer UI memakai resource image untuk display dan contoh UI ketika diterapkan pada topik tertentu. Semisal desainer UI ingin membuat tampilan website tentang restoran, tentunya membutuhkan image yang berkaitan dengan restoran dan makanan sebagai contoh konten untuk display pada desin UI yang dibuat sehingga user tertarik, nah disinilah digital imaging dibutuhkan.

Tool yang digunakan pun beragam mulai dari photoshop, gimp, dan lain-lain, teknik ini lebih banyak digunakan untuk proses kreatif dari pembuatan UI. Desiner UI banyak menggunakan tool photoshop karena proses imaging yang lebih bagus. Selain tool tentunya ada teknik-teknik dasar pada digital imaging yang perlu kamu ketahui, berikut beberapa teknik digital imaging yang biasanya digunakan.

Brightness and Contrast

Pencahayaan sangat penting dalam proses digital imaging, efek pencahayaan yang pas akan membuat sebuah image enak untuk dinikmati. Pengaturan pencahayaan merupakan teknik dasar dalam digital imaging.

Hue and Saturation

Hue adalah apa yang biasanya kita sebut sebagai ‘warna’ dalam bahasa sehari-hari. Untuk pelukis, istilah ‘hue’ berarti kombinasi dari warna-warna dasar; dengan kata lain, merah, hijau, biru atau kuning (RGB). Sementara fotografer biasanya membayangkan hue sebagai satu warna tertentu.

Saturation menunjukkan intensitas dari hue. Warna-warna dasar yang terang adalah warna dengan saturation tinggi, sementara warna-warna pastel saturation-nya rendah. Monochrome (hitam dan putih) seluruhnya tidak memiliki saturation karena tidak punya intensitas warna di dalamnya.

Color Balance

Teknik ini berfungsi untuk memberi warna yang kita kehendaki, kita bisa memanipulasi warna dengan bebasnya menggunakan color balance. Pada software digital imaging disediakan pallete color dengan perpaduan RGB untuk mengatur teknik ini.

Levels and Curves

Keduanya berfungsi sebagai peningkat intensitas, bedanya Levels sebagai peningkat intensitas warna, sedangkan Curves sebagai intensitas cahaya. Kedua teknik ini biasanya untuk penyempurna saja dari sebuah gambar yang sudah diedit atau resource image fotografi yang membutuhkan sedikit sentuhan pencahayaan dan warna.

Blur and Sharpen

Radius dari sebuah image juga harus diperhatikan, pada teknik digital imaging kita mengenal blur dan sharpen. Blur digunakan untuk mengkaburkan gambar, sedangkan sharpen untuk mempertajam. Manipulasi image untuk menentukan jauh dekat sebuah jarak juga bisa menggunakan teknik ini.

Layering

Layering digunakan untuk menggabungkan image, proses layering sendiri biasanya diawali dengan cutting image menggunakan selection tool. Ada beberapa area yang harus di seleksi sebelum di potong menjadi sebuah layer baru dan di gabung (merge) dengan layer lain. Selain itu setiap layer bisa di set modenya sesuai effect yang dikehendaki. Pada software imaging seperti photoshop dan gimp bnyak effect yang bisa dipilih di layernya.

Teknik diatas tidak harus berdiri secara individu, seorang desainer UI harus bisa memanfaatkan teknik diatas sebagai bagian dari proses kreatif untuk menghasilkan kualitas UI yang bagus bagi user.

Aulia Arif Wardana

Post A Reply

Translate »