Apakah Interaction Design itu ?

student-849825_640

Desain interaksi dibutuhkan oleh user agar bisa berinteraksi dengan komputer, dimana tampilan dari software harus dimengerti oleh manusia. Pada dasarnya software bekerja tidak dengan bahasa dan pengertian secara manusia, tetapi dengan bahasa mesin dimana user interface sebagai jembatan antra kedua bahasa tersebut. Jadi dengan adanya user interface, manusia dan komputer bisa berkomunikasi. Dengan perkembangan tersebut muncullah istilah desain interaksi, dimana ilmu ini mengkaji bagaimana tampilan yang baik agar user nyaman menggunakan sebuah software.

Tampilan interaksi ini sangatlah penting untuk user yang sama sekali belum mengerti komputer. Desain interaksi harus juga memenuhi kebutuhan user sesuai apa yang dibutuhkan, semisal tampilan software untuk musik player tentulah berbeda dengan software akutansi, baik dari segi desain maupun penempatan komponen UInya, seperti button, input form, combo box, dan lain-lain.

Interaction Design yang sering di singkat menjadi IxD ini merupakan salah satu dari disiplin ilmu dari UX yang berhubungan erat dengan HCI (Human Computer Interaction) di mana kita mempelajari hubungan antara user, tujuannya, task, pengalaman, kebutuhan dan apa yang user inginkan. Dimana dalam hal ini kita melakukan pendekatan design dengan berpusat kepada perspektif user sementara tetap berusaha untuk menyeimbangkan kebutuhan dari sang user dengan business goals dan kemampuan teknologi yang ada.

Fokus pada manfaat dari desain interaksi itu sangatlah penting, selalu pikirkan manfaat apa yg bisa diberikan pada user, bukan fitur. Pikirkan lagi fitur-fitur yang telah anda berikan apakah itu memberikan manfaat, atau hanya menjadi fitur yang sebenarnya tidak perlu ada pada design produk Anda. Selain itu kita harus berfikir pada alur dari software, sehingga kita bisa dengan mudah mengembangkan manfaat setiap fitur untuk diberikan kepada user.

Hal yang perlu dikurangi pada pembuatan desain interaksi adalah mengurangi pertanyaan user dalam bertanya. Bila user terlalu banyak bertanya, semisal “Untuk apa tombol ini ?, Bagaimana jika saya klik ?” nah ini lah yang perlu dikurangi. berikanlah penempatan serta penjelasan dalam tombol tersebut dengan tulisan ataupun icon.

Tentukan target user pada desain interaksi yang anda buat, dengan begitu desain interaksi yang anda buat bisa fokus. Pelajari target user anda, pelajari apa yang mereka suka, pelajari bagaimana mereka berinteraksi dengan produk, pelajari kebutuhan mereka, agar Anda dapat mengerti mereka. Bagaimana mereka beradaptasi dan berreaksi terhadap produk Anda.

Aulia Arif Wardana

Post A Reply

Translate »